JAKARTA – Gelaran BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 kembali menunjukkan kapasitas Jakarta sebagai tuan rumah ajang olahraga berskala internasional. Antusiasme puluhan ribu peserta, termasuk pelari dari berbagai negara, menjadi bukti kuat bahwa ibu kota semakin diperhitungkan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Sebanyak 45.500 pelari ambil bagian dalam JAKIM 2026 yang berlangsung di kawasan Monas dan sejumlah ruas utama Jakarta. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 31.000 peserta.
Peningkatan hampir 47 persen ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ajang lari internasional yang digelar di Jakarta. Tren olahraga lari yang terus berkembang juga menjadi faktor pendorong meningkatnya partisipasi setiap tahun.
Pada kategori Half Marathon dan Marathon, tercatat sekitar 25.000 peserta ikut ambil bagian. Angka tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan sekaligus menunjukkan bahwa olahraga lari telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.
JAKIM 2026 tidak hanya menarik minat pelari domestik, tetapi juga peserta dari berbagai negara. Tercatat lebih dari 1.000 pelari mancanegara turut meramaikan ajang tersebut.
Kehadiran peserta internasional menunjukkan bahwa Jakarta semakin dikenal sebagai destinasi olahraga yang mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di kawasan Asia.
Partisipasi pelari asing menjadi sinyal positif bagi perkembangan sport tourism di Indonesia. Selain meningkatkan eksposur internasional, kehadiran mereka juga memberikan dampak ekonomi melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga destinasi wisata.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut mendukung kelancaran penyelenggaraan JAKIM 2026. Menurutnya, keberhasilan acara ini membuktikan bahwa Jakarta mampu menjadi tuan rumah event olahraga berskala internasional.
Penyelenggaraan JAKIM juga dinilai menjadi strategi efektif dalam memperkenalkan Jakarta kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui pendekatan sport tourism.
Saat ini, ajang olahraga tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi sarana promosi destinasi. Banyak peserta yang memanfaatkan momentum perlombaan untuk menikmati berbagai atraksi wisata dan budaya yang tersedia di Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai penyelenggaraan JAKIM memberikan dampak positif yang luas terhadap sektor ekonomi dan pariwisata.
Meningkatnya jumlah peserta dan wisatawan yang datang ke Jakarta selama event berlangsung turut mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM lokal.
Besarnya jumlah peserta yang datang dari luar daerah maupun luar negeri menciptakan peluang ekonomi yang signifikan. Kondisi ini menjadikan JAKIM bukan hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.
Keberhasilan penyelenggaraan JAKIM 2026 semakin mempertegas posisi Jakarta sebagai salah satu kota penyelenggara event olahraga internasional yang potensial di Asia Tenggara.
Dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun serta tingginya minat pelari mancanegara, JAKIM berpeluang menjadi agenda tahunan unggulan yang masuk dalam kalender olahraga internasional.
Ke depan, Jakarta diharapkan mampu terus menghadirkan berbagai event olahraga berskala global yang tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah melalui pengembangan sport tourism.