FLOATING ADS
FLOATING ADS
TOP ADS

UMKM Solo Khawatir, Impor Kosmetik dan Parfum AS Berpotensi Tekan Pasar Domestik

POST ADS

Solo, 24 Februari 2026 โ€“ Pelaku usaha di Pasar Kliwon, Solo, menyuarakan kekhawatiran serius terhadap potensi dampak perjanjian dagang antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat. Mereka khawatir bahwa kelonggaran aturan dapat memicu lonjakan impor kosmetik dan parfum AS, yang pada gilirannya akan menekan pasar domestik dan mengancam keberlangsungan UMKM Solo.

Fahmi Assegaf, seorang pedagang minyak wangi di kawasan Kampung Arab, Pasar Kliwon, menjadi salah satu suara yang menyoroti isu ini. Menurut Fahmi, skema kelonggaran label halal berpotensi besar memicu masuknya produk-produk Amerika Serikat secara masif. Ini dapat menciptakan persaingan yang tidak setara bagi pelaku usaha lokal yang selama ini telah mematuhi regulasi ketat.

Standar Halal AS dan Potensi Lonjakan Impor

Fahmi Assegaf menyatakan, selama ini ia rutin mengurus sertifikasi halal untuk produk-produk yang dijualnya dan hanya menerima barang dengan bukti halal resmi. Ia melihat adanya risiko jika standar halal dari negara dengan populasi Muslim minoritas seperti AS dianggap setara atau lebih ringan dari standar yang berlaku di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia atau Arab Saudi.

Kekhawatiran ini muncul dari interpretasi berbeda mengenai kriteria produk halal, yang berpotensi dimanfaatkan untuk membanjiri pasar dengan impor kosmetik dan parfum AS. Data Dukcapil Kemendagri 2025 menunjukkan Indonesia memiliki populasi Muslim yang sangat besar, menjadikan standar halal sebagai faktor krusial dalam keputusan pembelian konsumen.

POST ADS

BPJPH Kemenag RI dan Kualitas Produk

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI memiliki peran sentral dalam memastikan kehalalan produk yang beredar di Indonesia. Pelaku usaha seperti Fahmi Assegaf berpendapat bahwa standar yang ditetapkan BPJPH harus menjadi acuan utama untuk melindungi konsumen dan UMKM Solo dari masuknya produk yang tidak memenuhi kriteria kehalalan sesuai ekspektasi pasar.

Ancaman Ketidaksetaraan Persaingan bagi UMKM Lokal

Para pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, khawatir jika produk impor kosmetik dan parfum AS dapat masuk ke pasar domestik dengan prosedur yang dianggap lebih ringan atau dengan standar yang kurang ketat. Situasi ini dapat menciptakan persaingan yang tidak setara, mengancam keberlangsungan usaha kecil yang selama ini telah berinvestasi dalam memenuhi regulasi dan standar halal yang tinggi.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya lonjakan impor yang signifikan di pasar ritel tradisional. Namun, kekhawatiran ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk meninjau kembali implikasi perjanjian dagang terhadap pasar domestik.

Kekhawatiran pelaku usaha lokal di Solo ini menyoroti pentingnya kebijakan perdagangan yang tidak hanya menguntungkan dalam skala makro, tetapi juga melindungi dan memberdayakan UMKM Solo. Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memperhatikan masukan dari pelaku usaha lokal ini guna menjaga stabilitas pasar domestik dari gempuran impor kosmetik dan parfum AS. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan perdagangan dan dampaknya terhadap pasar domestik dapat ditemukan di artikel-artikel terkait kami.

POST ADS
Facebook Comments Box

POST ADS
You might also like
TOP ADS