YOGYAKARTA – Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada [Tanggal], [Waktu]. Aksi ini menarik perhatian publik dengan puncaknya, yaitu pelaksanaan Shalat Gaib berjamaah di depan Polda DIY. Kegiatan spiritual ini menjadi simbol tuntutan keadilan dan desakan agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus-kasus yang mereka nilai mandek.
Pelaksanaan Shalat Gaib di depan Polda DIY bukanlah sekadar ritual keagamaan biasa, melainkan sebuah pernyataan sikap yang kuat. Massa aksi menyatakan bahwa doa ini ditujukan untuk arwah para korban dari kasus-kasus yang belum menemukan titik terang, serta sebagai bentuk solidaritas spiritual. Mereka berharap agar pihak berwenang diberikan hidayah untuk menegakkan keadilan seadil-adilnya tanpa pandang bulu.
Koordinator aksi, [Nama Koordinator, jika ada, atau sebut perwakilan massa], dalam orasinya menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum. “Kami datang ke sini bukan untuk berdemo dengan kekerasan, melainkan dengan doa dan harapan. Melalui Shalat Gaib Polda DIY ini, kami ingin mengingatkan bahwa ada harga mahal yang harus dibayar jika keadilan tidak ditegakkan,” ujarnya.
Aksi dimulai sekitar pukul [Waktu Mulai] dengan berkumpulnya massa di titik kumpul [Lokasi]. Mereka kemudian bergerak menuju depan Gerbang Mapolda DIY sambil membawa spanduk dan poster yang menyuarakan tuntutan mereka. Orasi bergantian disampaikan oleh perwakilan elemen masyarakat, menyoroti beberapa isu krusial:
Puncak aksi terjadi pada pukul [Waktu Shalat Gaib] ketika massa menggelar sajadah di jalan dan melaksanakan Shalat Gaib berjamaah di depan Polda DIY, dipimpin oleh seorang imam. Suasana hening dan khusyuk menyelimuti area tersebut, menunjukkan keseriusan dan kesungguhan tuntutan mereka.
Pihak Kepolisian Daerah DIY terlihat melakukan pengamanan ketat namun tetap humanis selama aksi berlangsung. Sejumlah petugas kepolisian bersiaga di sekitar lokasi untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan. [Jika ada pernyataan resmi/perwakilan polisi]: “Kami memahami aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjuti setiap laporan dan tuntutan sesuai prosedur yang berlaku,” ungkap [Nama Pejabat Polisi, jika ada] dari Humas Polda DIY, usai aksi.
Polda DIY juga memastikan bahwa ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan laporan. Mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum yang profesional.
Aksi Shalat Gaib di depan Polda DIY ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk kembali menyuarakan pentingnya keadilan dan penegakan hukum yang bersih. Massa aksi berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga pemicu bagi perubahan nyata dalam sistem peradilan di Indonesia, khususnya di wilayah DIY.
Meskipun aksi berlangsung damai dan tertib, pesan yang disampaikan sangat jelas: masyarakat menuntut keadilan. Kasus-kasus yang menjadi perhatian mereka perlu segera diselesaikan dengan transparan dan akuntabel, agar kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.
Demikian laporan mengenai aksi Shalat Gaib Polda DIY yang digelar oleh massa di Yogyakarta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus-kasus yang disuarakan, terus ikuti berita terkini di www.berisikabar.com.