FLOATING ADS
FLOATING ADS
TOP ADS

4 Kura-Kura Peliharaan Ideal dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

POST ADS

Kura-kura merupakan salah satu jenis reptil yang semakin populer sebagai hewan peliharaan di rumah. Dengan empat kaki, tempurung, dan sisik yang khas, hewan ini menawarkan alternatif bagi mereka yang menginginkan peliharaan tanpa bulu, minim perawatan, serta tidak membutuhkan banyak ruang. Namun, tidak semua jenis kura-kura cocok untuk dipelihara. Portal berita Berisikabar.com merangkum beberapa jenis kura-kura peliharaan yang sering direkomendasikan, beserta potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai pemiliknya.

Mengenal Jenis Kura-Kura Peliharaan yang Ideal

Dari beragam spesies yang ada, beberapa kura-kura peliharaan dianggap lebih cocok untuk dijadikan hewan peliharaan karena karakteristik dan perawatannya. Berikut empat jenis di antaranya yang populer:

Kura-Kura Sulcata

Kura-kura Sulcata dikenal sebagai spesies kura-kura terbesar ketiga di dunia. Hewan ini dapat mencapai berat hingga 105 kg dan panjang tubuh sekitar 83 cm. Dengan rentang hidup yang panjang, yakni bisa mencapai 150 tahun, kura-kura Sulcata menjadi pilihan menarik bagi pemelihara yang berkomitmen jangka panjang.

Kura-Kura Aldabra

Kura-kura Aldabra merupakan jenis kura-kura terbesar di dunia. Habitat asli hewan ini meliputi semak belukar, rerumputan, dan kayu di hutan bakau. Kura-kura ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasaran, dengan harga yang bisa mencapai Rp 30 juta, mencerminkan keunikan dan ukurannya.

POST ADS

Kura-Kura Brazil

Kura-kura Brazil termasuk dalam daftar hewan peliharaan yang populer. Ukurannya yang relatif lebih kecil dan kemampuannya untuk hidup di dalam akuarium menjadikannya pilihan praktis dan tidak terlalu merepotkan. Kura-kura ini dapat hidup hingga 20 tahun dengan panjang tubuh mencapai 30 cm.

Kura-Kura Sokake

Kura-kura Sokake digemari karena keindahan penampilannya yang eksotik. Karakteristik ini menjadikannya salah satu jenis kura-kura yang sering dipilih untuk dipelihara di rumah, menambah daya tarik estetika bagi pemiliknya.

Potensi Risiko Kesehatan dari Kura-Kura Peliharaan

Meskipun cocok sebagai hewan peliharaan, pemilik harus tetap berhati-hati. Kura-kura dapat menjadi pembawa bakteri tertentu yang berpotensi memicu gangguan kesehatan. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat bahkan telah mengeluarkan peringatan mengenai kontaminasi Salmonella pada kura-kura peliharaan. Berikut beberapa risiko kesehatan yang terkait:

  • Salmonellosis

    Kura-kura diketahui dapat membawa bakteri Salmonella, yang dapat meningkatkan risiko penyakit Salmonellosis pada manusia. Penyakit ini menyerang usus dengan gejala seperti kram perut, demam, sakit kepala, mual, muntah, hingga buang air besar berdarah, seperti dilaporkan oleh Mayo Clinic.

    POST ADS
  • Diare

    Bakteri Salmonella yang ditularkan oleh kura-kura juga bisa memicu diare. Gejala yang timbul meliputi feses cair, sakit perut, kram perut, demam, perut kembung, mual, serta tinja yang kadang disertai darah.

  • Dehidrasi

    Diare parah akibat infeksi bakteri dari kura-kura dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti pusing, mulut dan lidah kering, mata cekung, serta tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga.

Memelihara kura-kura peliharaan menawarkan pengalaman yang unik, namun penting bagi calon pemilik untuk memahami karakteristik spesies serta potensi risiko kesehatan yang menyertainya. Kebersihan yang baik dan penanganan yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan maupun penghuni rumah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tips perawatan hewan atau berita kesehatan lainnya, kunjungi Berisikabar.com.

Facebook Comments Box

POST ADS

POST ADS
You might also like
TOP ADS